Sabtu, 28 Maret 2015

JESSABELLE - REVIEW FILM


JESSABELLE - Film ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan entah masih belum jelas antara anak kandung atau anak tiri dari kedua orang tua yang Ibunya sudah meninggal karena kanker. Jessie – gadis berkursi roda yang habis mengalami kecelakaan bersama pacarnya yang menyebabkan nyawa sang pacar harus terrenggut. Setelah kejadian itu, Jessie dirawat dan tinggal bersama Ayahnya. Semenjak pindah serumah dengan Ayahnya, Jessie mengalami mimpi buruk setiap malam apalagi setelah menemukan CD yang ternyata pemberian mendiang Ibunya. Dalam video tersebut, Ibunya seperti member ramalan akan kehidupan Jessie di masa depan yang banyak mengisahkan kejadian tragis dalam hidupnya. Sang Ayah pun marah dan membuang kursi roda Jessie kesungai saat mengetahui Jessie melihat video pemberian Ibunya. Entah apa penyebabnya sampai begitu marah dan sampai di klimaks kemarahan, akhirnya Ayahnya membuang dan membakar video tersebut. Tetapi saat mencari korek api di gudang samping rumah kejadian yang tak diinginkan pun terjadi, korek api tak sengaja terjatuh dan menimbulkan kebakaran di gudang mengakibatkan sang Ayah terjebak dalam gudang dan mati.
Disaat Jessie kian terpukul dengan kematian Ayahnya, sosok pria bernama Preston teman sekolahnya dulu yang ternyata menyimpan rasa suka kepada Jessie menghampirinya dan menolongnya dalam kesulitan itu. Sisa-sisa harinya, Jessie selalu ditemani Preston walau  Preston sebenarnya sudah memiliki seorang istri yang ditinggal dirumah untuk menemani Jessie.  Jessie dan Preston menemukan hal-hal yang mencurigakan yang ada kaitannya dengan mimpi buruk Jessie dan video peninggalan Ibunya. Menemukan mayat seorang bayi di seberang sungai yang ternyata bayi berkulit hitam hasil perzinaan Ibunya yang berselingkuh dengan orang berkulit hitam, Moses.Jessie dihampiri oleh hantu Ibunya dan Moses yang bermaksud balas dendam ke Jessie dengan membuang Jessie ke sungai, saat itulah Jessie mengetahui semua kejadian masa lalu dalam keluarganya. Jessabelle yang disebut-sebut oleh Ibunya dalam video adalah kejadian anak kandungnya sang Ibu yang sebenarnya yang dibunuh oleh Ayahnya karna kemarahan Ayahnya saat tau anak yang lahir bukan anaknya tetapi anak berkulit hitam hasil bersama Moses. Mengetahui anaknya dibunuh oleh suaminya, Ibu Jessabelle bunuh diri, saat bersamaan sang suami juga telah membunuh Moses dengan membakar rumahnya. Ayahnya menutupi tindak kejahatan yang dilakukan dengan mengadopsi Jessie sebagai pengganti anaknya.
Dan endingnya yang ada di tubuh Jessie adalah Jessabelle yang sebenernya. Yang belum nonton mending buruan nonton guys, ceritanya gak hanya horror tetapi juga bikin greget apalagi tingkah Ibu Jessie yang membuat ulah dari semua konflik kejadian di kehidupan Jessie. So, watch the movie soon guys and enjoy your sensation.

Sabtu, 14 Maret 2015

Biodata 25 Finalis D' Academy 2 Indosiar

GROUP 1


Nama : Danang (Pradana Dieva)
Asal : Banyuwangi
Talent : Singer, MC, Tourism Ambassador, NEW AFI 2013
Pendidikan : Komunikasi IPB 2009, Komunikasi UNS Surakarta 2012



Nama : Reza Zakarya
Asal : Bandung


Nama : Evi
Asal : Masamba


Nama : Anik (Reva Anik)
Asal : Kendal



Nama : Fauzan
Asal : Medan


GROUP 2

Nama : Rosi
Asal : Sumbawa


Nama : Ayu
Asal : Cirebon


Nama : Titik
Asal : Blitar



Nama : Albi
Asal : Batubara


Nama : Diky
Umur : 26
Asal : Ungaran - Semarang


GROUP 3


Nama : Irwan (Irwan Krisdiyanto)
Asal : Sumenep



Nama : Yayat
Asal : Pangandaran





Nama : Erna
Asal : Kediri
Pendidikan : Pendidikan Geografi Unesa Surabaya 2011 (Paduan Suara Gita Prama Wisesa 2011)



Nama : Rita
Umur : 15
Asal : Banjarmasin



Nama : Tria 
TTL : April, 1995
Umur :20
Asal : Palembang


GROUP 4


Nama : Ega (Ega Noviantika)
Umur : 16
Asal : Kuningan - Jawa Barat
Pendidikan : SMAN 3 Kuningan




Nama : Ika
Asal : Jakarta


Nama : Riski (Reskyanto)
Asal : Makasar


Nama : Danny
Asal : Bangka Belitung


Nama : Rizki Ridho
TTL : Medan, 3 Februari 1997
Umur : 18
Asal : Medan Deras


GROUP 5



Nama : Intan
Umur : 19
Asal : Jember



Nama : Endah
Asal : Banjarmasin - Kalsel



Nama : Irwansah
Asal : Medan Hasang
Pendidikan : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Nama : Ady
Asal : Bima



Nama : Daffa
Asal : Tangerang

Source : Berbagai sumber





saduRR's writing

Minggu, 10 Agustus 2014

Smart Mudik Smart Fun #SmartfrenMudik

Pengalaman Mudik Seru Kamu Dengan Smartfren


Halo guys selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir batin yah :D

kali ini saya bakalan ngeposting sesuai sikon nih, taudong kan habis puasa mesti pada lebaran dan banyak yang pulang kampung alias mudik. Tapi emang mudik itu identik dengan lebaran, kalo gak ada lebaran gak bakalan pada pulang kampung sama temu kangen bareng keluarga yang cuma setahun sekali.

Lebaran saya tahun ini memang lebaran yang terasa beda banget dari tahun lalu dan banyak hikmah dari tahun yang telah dilewati. Semacam Allah SWT itu lagi bener-bener menguji keluarga saya dengan adanya musibah yang sedang kami alami. Cobaan yang berat terutama buat orang tua karena Ayah selaku kepala keluarga sebut saja kena penipuan sama pihak-pihak tengil tak bertanggung jawab dan sampai sekarang entah bagaimana kelanjutan kasusnya. Semenjak itu kehidupan keluarga mulai berangsur-angsur menurun sampe harus menjual ini itu dari tanah hingga kendaraan dan semacamnya. Yah sedikit keteteran kalo kami mau berpergian melihat dari jumlah keluarga kami yang terbilang banyak yaitu enam orang dan pastinya perlu banyak ruangan. Nah mudik kali ini yang biasanya kami pake modil pribadi tahun ini cuma pake motor pribadi tiga lagi jumlahnya mhuehehe udah kayak rombongan ke kondongan aja :D Tapi apa boleh buat emang kondisi lagi genting banget sekarang. Untung aja mudiknya itu antar kota jadi gak terlalu ribet kurang lebih satu setengah jam udah sampai ke tempat tujuan. Pokoknya beda banget mudik tahun ini dan pastinya malah lebih seru bisa menikmati kanan-kiri jalan dan udara bebas walaupun banyak polusi kalo pake motor. Kalo pake mobil kebawaannya malah ngantuk jadi tidur pulas dari berangkat sampai tiba di kampung halaman. Udah boncengan dua-dua gitu terus masih bawa barang-barang buat keperluan mudik wiuh sungguh amat merepotkan tapi juga menyenangkan.

Selain itu kan mudiknya di kampung yang masih termasuk daerah perdesaan kecil dan jalanannya itu ada yang belum diaspal dan yang diaspalpun itu banyak jalan yang berlubang dan tanjakan. Yang bikin risau setengah mati itu gak ada sinyal "SMARTFREN" disana hiks :( haduh bikin puyeng gak bisa update di media social teruta path wkwk jadi hp cuma buat hiasan aja disana. Kalo lihat sinyal cuma satu dua terus buat online lemotnya minta ampun duuh padahal paketan keburu habis. Yah semoga aja ada sinyal smartfren disana biar kalo mudik disana gak sesak gara-gara no signal!!! bikin tower smartfrenlah disana hihiw. Padahal kan kalo lagi kumpul sama keluarga besar banyak moment-moment berharga tuh yang wajib banget dipost maklumlah biar dibilang gak ketinggalan jaman :D Apalagi kan kalo lebaran banyak ucapan mohon maaf dan sebaliknya kita juga ngucapin mohon maaf balik semisal gak ada sinyal gini kan gak bisa komunikasi sama temen lain dan terpaksa ditunda kalo udah sampe di rumah sendiri. Tapi dibuat enjoy aja sih karena di lebaran itu yang terpenting bisa kumpul dan saling memaafkan kesalahan.

Oke itu sedikit cerita mudik lebaran saya tahun 2014 semoga banyak hikmah dan petikan pelajaran yang dapat direnungkan dan saya ucapkan lagi mohon maaf lahir batin terutama teman-teman di dunia nyata dan dunia maya yang kalah penting.

See yes for next story :D