Senin, 27 Juni 2016

Label Halal Yang Bukan Sekedar Label

Halal dan haram tidak selalu identik dengan makanan dan minuman. Produk halal haram bisa berupa obat, kosmetik, produk kimia, biologis dan rekayasa genetik, dan produk lainnya. Produk halal sendiri adalah produk yang unsur dan prosesnya halal untuk dimakan, diminum, dipakai, atau sesuai dengan syariat islam. Dalam menghasilkan produk halal atau makanan halal diperlukan bahan baku yang terdiri dari bahan utama, bahan tambahan, serta peralatan dan proses yang mendukung tercapainya halal.
Thoyyib (Thyyibaat) berarti lezat, baik, sehat, menentramkan dan paling utama adalah untuk makan tidak membahayakan fisik dan akal, sehat (gizi cukup), proporsional (tidak berlebihan/ kekurangan), aman/safety (tidak menyebabkan penyakit/aman duniawi dan ukhrowi). Makanan yang thoyib adalah mencakup makanan yang baik. Baik artinya makanan tersebut : bergizi, bersih, sehat, aman, berkualitas mulai dari pembelian bahan baku, pengawasan mutu, produksi, penyimpanan, distribusi, transportasi dan kemitraan.
Hal ini juga ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al Baqoroh:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Terjemah surat Al Baqoroh: 168).
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (Terjemah surat Al Baqoroh: 172).
            Makanan halal terletak pada dzatnya itu sendiri bagaimana cara memperoleh dan penanganannya serta baik dan bergizi pada tubuh. Halal haram dalam suatu produk seharusnya tidak hanya dijadikan sebagai suatu label, tetapi sebagai hal yang wajib menjadi pegangan dalam berkonsumsi. Label dalam produk bisa jadi hanya legalitas supaya produk tersebut bisa dipasarkan ke masyarakat luas. Hal ini yang menjadikan kewaspadaan kita akan produk-produk yang meragukan akan kehalalannya.
Selain label yang kadang meragukan, dari pihak atau badan pengawasan dan pemeriksaan produk juga perlu ditingkatkan. Karena lembaga tersebut lembaga yang memiliki hak atas pemasaran kehalalan suatu produk. Jika tidak sesuai dengan syarat dan aturan dalam kehalalan, maka produk tersebut tidak bisa beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat. Tidak hanya itu, proses pelaksanaan dalam mendapatkan sertifikat kehalalan seharusnya juga tidak memberatkan dan melalui proses yang lama. Dengan adanya keefektifan dan keefisian dalam proses mendapatkan label halal, suatu perusahaan akan lebih giat dan mengutamakannya agar produknya bisa dipasarkan di masyarakat luas.
Dalam penggunaan cap atau logo label halal juga seharusnya sudah ditetapkan sesuai kesepakatan oleh badan atau lembaga pengawas. Dengan adanya ketetapan dalam penggunaan cap atau logo label halal dapat menjadikan pegangan bahwa label halal ini benar-benar telah mendapat izin pemasaran. Dalam kenyataannya, banyak produk yang beredar di masyarakat menggunakan label halal yang berbeda-beda dan label itupun sangat mudah untuk dimanipulasi. Jadi bagi kita sendiri yang belum mengerti, menganggap jika ada label halal pasti produk ini sudah tentu halal tanpa menghiraukan unsur lainnya.
Jika kelabelan suatu produk bukan hanya sekedar label halal, maka masyarakat sudah melakukan dan membiasakan akan pentingnya mengetahui kehalalan suatu produk yang akan dikonsumsi. Karena masyarakat awam biasanya tidak menghiraukan dan malah mengabaikan akan unsur halal yang terkandung dalam produk yang akan dibeli dan dikonsumsi.

http://aryaulilalbab-fkm12.web.unair.ac.id/artikel_detail-61641-Umum-Produk%20Halal%20dan%20Thoyib.html

Sabtu, 28 Maret 2015

JESSABELLE - REVIEW FILM


JESSABELLE - Film ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan entah masih belum jelas antara anak kandung atau anak tiri dari kedua orang tua yang Ibunya sudah meninggal karena kanker. Jessie – gadis berkursi roda yang habis mengalami kecelakaan bersama pacarnya yang menyebabkan nyawa sang pacar harus terrenggut. Setelah kejadian itu, Jessie dirawat dan tinggal bersama Ayahnya. Semenjak pindah serumah dengan Ayahnya, Jessie mengalami mimpi buruk setiap malam apalagi setelah menemukan CD yang ternyata pemberian mendiang Ibunya. Dalam video tersebut, Ibunya seperti member ramalan akan kehidupan Jessie di masa depan yang banyak mengisahkan kejadian tragis dalam hidupnya. Sang Ayah pun marah dan membuang kursi roda Jessie kesungai saat mengetahui Jessie melihat video pemberian Ibunya. Entah apa penyebabnya sampai begitu marah dan sampai di klimaks kemarahan, akhirnya Ayahnya membuang dan membakar video tersebut. Tetapi saat mencari korek api di gudang samping rumah kejadian yang tak diinginkan pun terjadi, korek api tak sengaja terjatuh dan menimbulkan kebakaran di gudang mengakibatkan sang Ayah terjebak dalam gudang dan mati.
Disaat Jessie kian terpukul dengan kematian Ayahnya, sosok pria bernama Preston teman sekolahnya dulu yang ternyata menyimpan rasa suka kepada Jessie menghampirinya dan menolongnya dalam kesulitan itu. Sisa-sisa harinya, Jessie selalu ditemani Preston walau  Preston sebenarnya sudah memiliki seorang istri yang ditinggal dirumah untuk menemani Jessie.  Jessie dan Preston menemukan hal-hal yang mencurigakan yang ada kaitannya dengan mimpi buruk Jessie dan video peninggalan Ibunya. Menemukan mayat seorang bayi di seberang sungai yang ternyata bayi berkulit hitam hasil perzinaan Ibunya yang berselingkuh dengan orang berkulit hitam, Moses.Jessie dihampiri oleh hantu Ibunya dan Moses yang bermaksud balas dendam ke Jessie dengan membuang Jessie ke sungai, saat itulah Jessie mengetahui semua kejadian masa lalu dalam keluarganya. Jessabelle yang disebut-sebut oleh Ibunya dalam video adalah kejadian anak kandungnya sang Ibu yang sebenarnya yang dibunuh oleh Ayahnya karna kemarahan Ayahnya saat tau anak yang lahir bukan anaknya tetapi anak berkulit hitam hasil bersama Moses. Mengetahui anaknya dibunuh oleh suaminya, Ibu Jessabelle bunuh diri, saat bersamaan sang suami juga telah membunuh Moses dengan membakar rumahnya. Ayahnya menutupi tindak kejahatan yang dilakukan dengan mengadopsi Jessie sebagai pengganti anaknya.
Dan endingnya yang ada di tubuh Jessie adalah Jessabelle yang sebenernya. Yang belum nonton mending buruan nonton guys, ceritanya gak hanya horror tetapi juga bikin greget apalagi tingkah Ibu Jessie yang membuat ulah dari semua konflik kejadian di kehidupan Jessie. So, watch the movie soon guys and enjoy your sensation.

Sabtu, 14 Maret 2015

Biodata 25 Finalis D' Academy 2 Indosiar

GROUP 1


Nama : Danang (Pradana Dieva)
Asal : Banyuwangi
Talent : Singer, MC, Tourism Ambassador, NEW AFI 2013
Pendidikan : Komunikasi IPB 2009, Komunikasi UNS Surakarta 2012



Nama : Reza Zakarya
Asal : Bandung


Nama : Evi
Asal : Masamba


Nama : Anik (Reva Anik)
Asal : Kendal



Nama : Fauzan
Asal : Medan


GROUP 2

Nama : Rosi
Asal : Sumbawa


Nama : Ayu
Asal : Cirebon


Nama : Titik
Asal : Blitar



Nama : Albi
Asal : Batubara


Nama : Diky
Umur : 26
Asal : Ungaran - Semarang


GROUP 3


Nama : Irwan (Irwan Krisdiyanto)
Asal : Sumenep



Nama : Yayat
Asal : Pangandaran





Nama : Erna
Asal : Kediri
Pendidikan : Pendidikan Geografi Unesa Surabaya 2011 (Paduan Suara Gita Prama Wisesa 2011)



Nama : Rita
Umur : 15
Asal : Banjarmasin



Nama : Tria 
TTL : April, 1995
Umur :20
Asal : Palembang


GROUP 4


Nama : Ega (Ega Noviantika)
Umur : 16
Asal : Kuningan - Jawa Barat
Pendidikan : SMAN 3 Kuningan




Nama : Ika
Asal : Jakarta


Nama : Riski (Reskyanto)
Asal : Makasar


Nama : Danny
Asal : Bangka Belitung


Nama : Rizki Ridho
TTL : Medan, 3 Februari 1997
Umur : 18
Asal : Medan Deras


GROUP 5



Nama : Intan
Umur : 19
Asal : Jember



Nama : Endah
Asal : Banjarmasin - Kalsel



Nama : Irwansah
Asal : Medan Hasang
Pendidikan : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Nama : Ady
Asal : Bima



Nama : Daffa
Asal : Tangerang

Source : Berbagai sumber





saduRR's writing